Daily Wingga - What's Left Behind The Journey

I like to find good things to share.

Wednesday, April 22, 2015

Inovasi Belanda Menjadi Buah Tangan bagi Indonesia

1 comment

Merupakan salah satu negara yang terpadat sekaligus pengekspor produk Hortikultura terbesar di dunia. Bunga tulip yang tumbuh dengan cantik dan beranekaragam, Kincir angin selalu menebar pesonanya, sifat terbuka masyarakatnya, kicau burung bersahutan bertanda kehangatan didalamnya. Negara itu bernama “Belanda”.

rememberingletters.wordpress

Negara yang tak pernah kehilangan kreativitas dan keunggulan teknologi. You’re below sea level, but don’t worry itulah yang sering dikatakan warga Belanda kepada para turis yang berkunjung ke Belanda karena sekitar seperempat dari tanah negara ini adalah benar-benar di bawah permukaan laut.  Tapi, justru kekurangan itu dimanfaatkan dengan teknologi manajemen air yang mantap sehingga malah menjadi keunggulan teknologi mereka.


“God created the World,but the Dutch created the Netherlands.”

Olah pemikiran umatnya dengan bantuan Sang Pencipta hal yang tidak wajar bagi kebanyakan orang menjadi sesuatu yang bisa diperuntukkan bagi masa depan. Bukan berdasar nilai fisik dari hasil yang dibuat, tetapi dari rasa yang dimunculkan dari hasil kerja keras dan memanfaatkan Sumber Daya Alam yang ada karena Hukum Kekekalan Energi itu berlaku.
 

Manajemen Air dengan para ahli dan para dokter spesialisnya telah terlibat dalam proyek-proyek air yang besar di seluruh dunia sejak pertengahan abad 21, Belanda melakukan yang terbaik untuk meningkatkan profil pentingnya pengelolaan air di seluruh dunia dan menemukan solusi terbaik yang di awali dengan pemikiran kemitraan dengan beberapa negara khususnya Indonesia. Di seluruh Indonesia kita bisa temukan jejak-jejak yang ditinggalkan oleh para ahli pada zaman Hindia-Belanda, terutama di bidang air.

Karena Air merupakan unsur alam penting yang merupakan suatu bagian Integral, kalau kita dengar kata Integral pasti teringat dengan konsep penjumlahan secara berkesinambungan dalam matematika di mana matematikawan harus berpikir bagaimana menyelesaikan masalah yang berkebalikan dengan solusi diferensiasi. Integral disini adalah kehidupan sehari-hari kita mulai dari kegiatan industri hingga keperluan rumah tangga.
 

Namun, kita memasuki suatu masa di mana air yang berkelanjutan merupakan perhatian utama yang jika diabaikan akan menjadi krisis di sebagian daerah, ingat lho Indonesia itu mempunyai penduduk dengan jumlah terbesar keempat di dunia maka dari itu kerjasama yang terjalin antara Indonesia dan Belanda di bidang air sangat dihargai karena kedua negara ini sama-sama mempunyai tantangan yang serupa dalam pengelolaan dataran rendah rawan banjir, naiknya permukaan laut, perubahan lingkungan yang berdampak pada garis pantai dan tingkah laku sungai kedua negara ini.
 

Menemukan dan menerapkan solusi untuk masalah utama dalam pengelolaan air yang berkaitan dengan urbanisasi dan perkembangan ekonomi karena air merupakan salah satu fokus dari program kerjasama pembangunan Indonesia dengan Belanda. Program ini juga berfokus pada pengalihan pengetahuan dan keahlian oleh lembaga bidang air dan sektor-sektor yang mendukung seperti organisasi pemerintahan, perusahaan swasta serta LSM dari Belanda dan Indonesia untuk menjalankan proyek-proyek yang berkaitan dengan sanitasi, pengelolaan kualitas air, perlindungan banjir dan pengembangan dataran rendah pesisir.

Dinamisme kerjasama antara Indonesia dan Belanda yang semakin kuat
 


Selama bertahun-tahun Indonesia dan Belanda menghasilkan kemitraan yang bermanfaat, bertanggung jawab untuk menjaga air yang berkelanjutan dalam masyarakat kita dan semoga menjadi perubahan betapa pentingnya untuk menjaga air yang berkelanjutan. Di Indonesia kita bisa meihat ribuan kilometer kanal, jembatan dan bendungan yang menciptakan infrastruktur yang melandasi pembangunan di Indonesia saat ini.

www.bloomberg.com


Nah kalau di Belanda sendiri terdapat kanal-kanal terkenal karena keunikannya yang berada di Amsterdam yang merupakan urat nadi transportasi yang mencapai seluruh pelosok kota dan ketika menaiki perahu selama dalam perjalanan biasanya  kita bisa mendengar kaset yang di putar di perahu yang menceritakan beberapa hal. Salah satunya menceritakan tentang riwayat bunga Tulip yang terkenal itu, dan juga menceritakan kisah hidup pelukis terkenal Rembrandt lenkap dengan segala skandalnya. Itu hanya sedikit informasi mengenai kanal terkenal di Belanda, ayo kita lanjut lagi dengan semangat yang dibangun bersama menggunakan kreativitas bernama teknologi untuk Indonesia.


Penggerak ekonomi


Pada tahun 1948 keadaan pangan di Indonesia lagi pada masa penurunan yang disebabkan oleh pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat dan muncullah gagasan pembangunan bendungan di Sungai Citarum dudah dimulai pada abad ke-19 oleh para ahli pengairan pada waktu itu dengan telah dilakukannya survey awal antara lain survey topografi dan hidrologi. Bahkan pengukuran debit Sungai Citarum untuk keperluan bendungan dan irigasi telah di mulai pada tahun 1888. Gagasan pembangunan tersebut kemudian dikembangkan dan disempurnakan oleh Prof. Dr. Ir. W.J. van Blommestein, seorang ahli pengairan Belanda pada tahun 1930. Gagasan ini untuk pertama kali dipresentasikan pada pertemuan tahunan Persatuan Insinyur Kerajaan Belanda untuk merumuskan sebuah rencana kesejahteraan pusat untuk bagian barat Jawa dengan tujuan untuk memperkuat ekonomi Jawa melalui pengelolaan air.

pustaka.pu.go.id


Rencana ini mencakup beberapa daerah aliran sungai untuk beragam tujuan seperti irigasi, drainase, reklamasi tanah, penyediaan air minum, pembangkit energi, perlayaran, industri dan perikanan. Selama masa pelaksanaan, proyek pembangunan ini dinamakan “Jatiluhur Multipurpose Project” dan setelah penyelesaiannya dinamakan menjadi Bendungan dan Pembangkit Listrik Juanda, sebagai kenang-kenangan atas peran Perdana Menteri terakhir Indonesia Ir. H. Djuanda dalam terwujudnya pembangunan Bendungan Jatiluhur.


Pada dasarnya proyek pembangunan Bendungan Jatiluhur dibuat untuk keperluan irigasi dan listrik, namun memiliki tujuan lainnya, yakni pasok air baku, pengendalian banjir, penggelontoran kota, perikanan darat, dan pariwisata. Proyek-proyek ini baru dijalankan setelah kemerdekaan dan benar-benar dilaksanakan setelah pertengahan tahun 1950-an ketika proyek ini mencakup pembangunan waduk Jatiluhur seluas 8.300 hektar. Keenam turbin dalam bendungan itu mempunyai kapasitas sebesar 187MW. Waduk ini dengan daya tampung yang dapat dimanfaatkan sebesar 3 Miliyar kubik, juga digunakan untuk mengairi 242.000 hektar sawah bayangkan betapa bahagianya para petani ketika waktu itu.


Setidaknya bisa menjadi gambaran betapa kemitraan itu dihargai dan membiarkan semua berjalan alami tanpa ada campur rekayasa, sebab semua yang berjalan alami akan awet muda.


Referensi tulisan: 


  1. http://www.visitholland.nl
  2. dc.the-netherlands.org
  3. www.dutchwatersector.com
  4. www.hollandtrade.com
  5. www.jatiluhur.info